Kimia medisinal 15
Interaksi obat pada fase eliminasi merupakan hal yang penting untuk diketahui karena terkait dengan efektivitas proses metabolism dan atau ekskresi obat. Profil farmakokinetika eliminasi suatu obat dapat berubah oleh adanya obat lain, obat herbal bahkan makanan dan minuman. Hal tersebut dapat disebabkan karena terjadinya interaksi farmakokinetika yang dapat merubah profil absorbsi, distribusi, metabolisme dan eksresi dari suatu obat.
Pada jurnal penyaji dijelaskan parameter farmakokinetika diperlukan untuk menginterpretasi perubahan-perubahan disposisi obat di dalam tubuh seperti yang terwujud dalam perubahan nilai parameter. Apakah madu dapat menginduksi aktivitas enzim sitokrom? Bagaimana Profil farmakokinetika eliminasi suatu obat dapat berubah oleh adanya obat lain, obat herbal bahkan makanan dan minuman? Apa saja parameter farmakokinetika?
BalasHapusKandungan flavonoid pinocembrin, pinobanksin, chrysin, galangin, quercetin and luteolin pada madu diketahui dapat menginduksi aktivitas enzim sitokrom P450, terutama enzim CYP3A4, sehingga dimungkinkan dapat mempengaruhi metabolisme rifampisin.
HapusProfil farmakokinetika eliminasi suatu obat dapat berubah oleh adanya obat lain, obat herbal bahkan makanan dan minuman. Hal tersebut dapat disebabkan karena terjadinya interaksi farmakokinetika yang dapat merubah profil absorbsi, distribusi, metabolisme dan eksresi dari suatu obat
Parameter farmakokinetika terdiri dari parameter primer, sekunder, dan turunan. Parameter primer terdiri dari ka, Vd, dan ClT, yang dipengaruhi oleh perubahan salah satu atau lebih variabel fisiologis. Parameter sekunder meliputi k, t1/2, dan tmaks dimana parameter-parameter tersebut dipengaruhi oleh perubahan parameter primer yang dikarenakan adanya perubahan suatu variabel fisiologis, sedangkan parameter turunan nilainya tidak hanya bergantung pada parameter primer tapi juga dipengaruhi oleh dosis dan kecepatan pemberian obat, contohnya adalah AUC0-~, AUMC, Cpmaks, dan MRT.