Postingan

Kimia medisinal 15

Interaksi obat pada fase eliminasi merupakan hal yang penting untuk diketahui karena terkait dengan efektivitas proses metabolism dan atau ekskresi obat. Profil farmakokinetika eliminasi suatu obat dapat berubah oleh adanya obat lain, obat herbal bahkan makanan dan minuman. Hal tersebut dapat disebabkan karena terjadinya interaksi farmakokinetika yang dapat merubah profil absorbsi, distribusi, metabolisme dan eksresi dari suatu obat. https://youtu.be/mOvSjJdlYnU

Kimia medisinal 13

Meperidin merupakan salah satu obat analgesik, yang termasuk golongan anal-gesik narkotik.Metabolisme meperidin ter-utama berlangsung di hati. Semakin besar koefisien partisi maka semakin besar kelarutan senyawa tersebut dalam lemak atau dengan kata lain sifat lipofilisitasnya semakin besar. Semakin besar nilai koefisien partisi suatu senyawa, maka sifat senyawa tersebut akan semakin nonpolar. https://youtu.be/5KZJmQeaAls  

Kimia medisinal 11

 Merkuri (Hg) merupakan logam berat yang memiliki nomer atom 80 dan terletak pada golongan 12, periode 6 pada sistem periodik. Sementara itu, kadmium (Cd) adalah logam berat bernomer atom 48, terletak pada golongan 12, periode 5 pada system periodik. Kedua logam tersebut banyak dimanfaatkan untuk keperluan industri, misalnya merkuri digunakan untuk pembuatan temperature air raksa, bahan dasar pembuatan amalgam gigi, bahan fingisida, dan lain-lain. Kadmium juga digunakan pada industri baterai, bahan pembuatan zat warna, electroplating, dan lain sebagainya. https://youtu.be/PyW9C1V8c68

Kimia medisinal 9

 Metabolisme obat dalam tubuh adalah proses biotransformasi kompleks dimana obat dimodifikasi secara struktural menjadi molekul yang berbeda (metabolit) oleh berbagai enzim metabolisme. https://youtu.be/_y-Y2Xkc6mU

Kimia medisinal 6

 Bakteri Pseudomonas aeruginos merupakan salah satu bakteri Gram negatif yang sulit dibasmi, yang sering dijumpai di lingkungan sekitar kita karena membran luar sel mempunyai permeabilitas rendah terhadap obat, dan terdapat sistem yang dapat memompa obat untuk keluar apabila obat telah masuk sel. https://youtu.be/l0TZINvs77A

Metode farmakologi 6

 DBD di Indonesia menjadi penyakit yang sulit diberantas karena laju perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti L. yang menularkan penyakit ini cukup cepat. Oleh karena itu diperlukan upaya pemberantasan nyamuk Aedes Aegypti L. dengan memutus mata rantai penyebaran nyamuk Aedes aegypti L. Sampel dari penelitian ini adalah ekstrak kulit ari buah jengkol dengan konsentrasi 10%, 30% dan 50%. Kulit ari buah jengkol yang diambil adalah kulit yang segar dan kulit yang berwarna cokelat dan tidak layu. https://youtu.be/JF0POoIIKMU

Kimia medisinal 4

 Senyawa obat yang mempunyai kelarutan kecil dalam air (poorly soluble drugs) merupakan suatu tantangan dalam perkembangan obat baru. Kelarutan merupakan salah satu sifat fisikokimia senyawa obat yang penting diperhatikan pada saat memformulasikan suatu bahan obat menjadi bentuk sediaan. https://youtu.be/boQZapD9b3g